Al Madina Al Munawara
Makkah adalah kota tersuci bagi umat Islam. Kota ini mencakup Masjid Al Haram dan Ka’bah, kiblat bagi umat Islam yang menjadi tujuan mereka dalam berdoa. Umat Muslim ingin sekali mengunjungi Makkah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah. Di kota ini, Nabi Muhammad, yang paling terhormat, penutup para nabi dan rasul, tuan kita Muhammad, saw, dilahirkan, dan dari kota ini, pesan Islam yang toleran diluncurkan ke seluruh penjuru dunia setelah Al-Quran diturunkan. Makkah terletak di bagian barat Arab Saudi. Selama masa pemerintahan raja-raja Arab Saudi, kota ini mendapat perhatian besar. Makkah masih menikmati perhatian besar untuk memberikan layanan terbaik kepada para peziarah. Landmarknya yang paling menonjol, Masjid Al Haram, menyaksikan banyak perluasan yang mencakup semua bagian masjid, dan situs suci menerima serangkaian pekerjaan pembangunan untuk memberikan semua sarana kenyamanan dan jaminan bagi semua peziarah dari dalam dan luar Kerajaan.
Bagian-bagian Masjid Nabawi
- Masjid Nabawi mempunyai sejarah panjang sejak pertama kali dibangun oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya radhiyallahu anhum. Umat Islam silih berganti memperluas dan membangunnya, yaitu dalam rangka mengikuti teladan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Masjid Nabawi terdiri dari:
Bangunan Lama Masjid
- Yaitu masjid dimana Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya shalat di sana. Ia terletak di bagian depan Masjid Nabawi saat ini, dimana di atasnya terdapat kubah-kubah yang dihiasi dengan ayat-ayat Al-Qur’an, serta tiang-tiangnya dikelilingi dengan mahkota emas.
Sarhaat dan Hashwaat
- Dua tempat terbuka yang saling membelakangi dan terletak setelah bangunan masjid lama. Di masa lalu, ia dihampari dengan kerikil. Karena itu, “Sarhat” dinamakan juga dnegan “Hashwat”
Mihrab-mihrab Masjid Nabawi
Mihrab adalah tempat imam shalat menghadap kiblat di dalamnya. Ada beberapa mihrab Masjid Nabawi sepanjang sejarah.
Setelah kiblat berpindah ke Baitullah yang mulia, Nabi Shallallahu alaihi wasallam menguah mihrab dari utara ke selatan masjid. Kemudian mihrab itu dimajukan hingga di ujung batas proyek perluasan pada masa Khalifah Umar bin Khatthab radhiyallahu anhu, yang letaknya di wilayah selatan. Lalu, letak mihrab berpindah pada saat perluasan masjid di masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu anhu.
Mihrab Masjid Nabawi Ada sejumlah mihrab Masjid Nabawi sepanjang sejarah, di antaranya yang terpenting adalah:
- Mihrab Nabawi: Ia terletak di Raudhah Syarifah, di sebelah kiri mimbar. Di situlah imam memimpin shalat saat ini.
- Mihrab Utsmani: Ia terletak di dinding masjid bagian kiblat, dimana imam pada masa dahulu memimpin shalat di situ.
Kamar Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang Mulia
- Allah SWT memuliakan Aisyah dengan menjadikan kamarnya sebagai makam Rasulullah (Shallallahu alaihi wasallam) dan dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar bin Al-Khathab.
Kamar Nabi (Shallallahu alaihi wasallam) yang Mulia adalah Rumah Beliau Ia terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi. Ia dinamakan dengan Hujrah Syarifah (kamar yang mulia). Nama terkenalnya adalah Al-Muwajahah Asy-Syarifah. Ia adalah rumah Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang beliau tinggali bersama Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhuma. Allah telah memuliakan Aisyah radhiyallahu anha dengan menjadikan kamar beliau sebagai kuburan Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan dua sahabat beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khatthab radhiyallahu anhuma.
Nabi (Shallallahu alaihi wasallam) Wafat di Hujrah Syarifah
- Ketika Rasulullah (Shallallahu alaihi wasallam) menderita sakit yang kemudian mengantarkan pada wafatnya, beliau berada di kamar Aisyah. Ketika wafat, beliau dikuburkan di sana, sesuai dengan sabda beliau (Shallallahu alaihi wasallam): “Seungguhnya setiap Nabi dikuburkan dimana ia wafat.” Lalu dikuburkan pula di kemudian hari dua sahabat beliau: Abu Bakar dan Umar (radhiyallahu anhuma).
Kubah Hijau
Hari ini, di atas bilik mulia (tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan) di Masjid Nabawi, kita menemukan Kubah Hijau yang khas, sebagai tanda letak bilik yang mulia. Kubah ini dicat hijau pada tahun 1253 H.
Mereka yang datang ke Masjid Nabawi dapat melihat menara dan Kubah Hijau dari kejauhan, terutama dari arah selatan, yaitu “Jalan Al-Hijrah,” atau dari arah timur, yaitu “Jalan Al-Malik Abdulaziz,” di mana tidak ada bangunan yang menghalangi pandangan.
Kubah ini sebelumnya tidak ada di atas makam Nabi Muhammad SAW sampai abad ketujuh Hijriyah. Kubah ini baru dibangun pada masa pemerintahan Sultan Qalawun, dan pada awalnya warnanya adalah warna kayu, kemudian diganti menjadi putih, kemudian biru, kemudian hijau.
Bangunan Lama Masjid
- Masjid tua adalah area masjid yang dahulu digunakan Rasulullah (Shallallahu alaihi wasallam) dan sahabat. Bentuknya yang bersejarah tetap dilestarikan beserta ukiran-ukiran klasiknya.
Bagian paling menonjol dari bangunan masjid tua yang dapat kita lihat saat ini adalah
- Masjid
- Kamar Aisyah
- Raudhah yang mulia
- Mihrab
- Tiang dan tabung
Pintu-pintu Masjid Nabawi
Pintu-pintu Masjid Nabawi memesona jamaah dan pengunjung dengan keindahannya yang sangat menawan dan ukiran-ukirannya yang begitu sempurna. Pintu-pintu tersebut dibuat dengan spesifikasi internasional dan teknis tertinggi.
Semua pintu Masjid Nabawi diberi nomor dengan angka yang jelas di samping setiap pintu, dan Anda dapat mengakses pintu yang Anda inginkan dengan mengetahui nomor pintu.
Pintu-pintu pelataran Masjid Nabawi juga dilengkapi dengan nomor yang ditempatkan pada pintu gerbang tembok pagar luar pelataran masjid. Nomor-nomor pintu gerbang pagar tembok ini berbeda dengan nomor pintu Masjid Nabawi.
Sebagian besar pintu dapat diakses dengan kursi roda. Tersedia juga kursi-kursi portabel untuk lansia dan mereka yang membutuhkannya di sebelah pintu-pintu utama di dalam masjid
Area Halaman Luar
Pelataran atau halaman Masjid Nabawi adalah area luas yang disiapkan untuk jamaah shalat, ditutupi dengan payung-payung yang membuka dan menutup secara otomatis untuk melindungi jamaah shalat dari sinar matahari, ditambah dengan ventilasi dan kipas angin kabut untuk menyejukkan udara buat jamaah shalat.
Terdapat 262 payung raksasa di pelataran Masjid Nabawi, dan tembok pagar sepanjang 2270 m yang mengelilingi pelataran. Terdapat sejumlah pintu gerbang di tembok pagar ini. Pintu-pintu gerbang tersebut berbeda dengan pintu-pintu Masjid Nabawi.
Luas pelataran: 235.000 meter persegi
Kapasitas: 450.000 jamaah
Mengunjungi Kuburan Baqi’
Pemakaman Al-Baqi’
- Makam Baqi’ adalah kompleks pemakaman Madinah sejak era Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam hingga hari ini. Banyak orang meninggal dimakamkan di sana selama berabad-abad, termasuk yang paling utama adalah para Ummul mukminin dan sejumlah besar sahabat Rasulullah.
Lokasi Pemakaman Al-Baqi’
- Pemakaman Al-Baqi’ terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi. Luasnya mencapai 180 ribu meter persegi.
Kenapa Dinamakan Al-Baqi’
- Dinamakan “Al-Baqi’” karena pada dahulunya terdapat banyak pohon di tempat tersebut. Asal arti Baqi’ adalah tempat luas yang menghimpun berbagai macam pohon.
Shalat Jenazah dai Masjid Nabawi
- Keluarga orang yang meninggal di Madinah Munawwarah sangat ingin agar jenazah keluarganya dishalatkan di Masjid Nabawi dan dikuburkan di Baqi’ bersama para sahabat dan tabi’in terbaik¸ jika hal itu memungkinkan. Hal itu disebabkan keutamaan shalat di Masjid Nabawi dan banyak orang yang shalat dan mendoakan untuknya dengan kasih sayang dan ampunan.
Perhatian Pemerintah Terhadap Shalat Jenazah Pemerintah kota Madinah Al-Munawwarah membuka pintu kuburan Baqi’ bagi para pengunjung pada waktu-waktu resmi untuk berziarah, juga setelah ditunaikan shalat lima waktu. Saat itu jamaah diajak untuk menunaikan shalat jenazah di Masjid Nabawi setelah dilaksanakan shalat lima waktu. Lalu para pengantar jenazah dan peziarah Masjid Nabawi berangkat ke kuburan Baqi’ untuk menguburkan jenazah dan berziarah kubur.
Kubah dan Payung Raksasa Masjid Nabawi
- Pengunjung berduyun-duyun ke Masjid Nabawi dalam jumlah besar, dan dari berbagai kategori, ada pria dan wanita, dewasa dan anak-anak. Kerajaan Arab Saudi sangat ingin memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mereka, menghilangkan hambatan, dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi termasuk perlindungan dari terik matahari dan bahaya hujan.
Kubah Masjid Nabawi
- Kubah Masjid Nabawi merupakan fenomena unik dalam gaya arsitektur, dan jumlah kubah tetap dan bergerak di Masjid Nabawi ada 196.
- Kubah pertama Masjid Nabawi dibangun di atas Hujrah Nabi pada tahun 678 H, dan dicat hijau pada tahun 1253 H.